Tuesday, August 4, 2015

Bagaimanakah anda dalam menghadapi kegagalan?

Bagaimanakah anda dalam menghadapi kegagalan?

Terlebih jika posisi anda yang anda lamar anda seputar sales, marketing dan ataupun konsultan. Bekerja sebagai ujung tombak perusahaan, pencetak omzet bagi perusahaan, bertanggung jawab menjaga market share produk anda, baik nasional maupun lokal. Terntunya kegagalan pasti pernah anda hadapi, ntah karena kesalahan anda atau kesalahan situasi. Jadi bukanlah hal yang aneh jika User mempertanyakan atau menganggap bahwa menanyakan bagaimana cara anda menangani kegagalan saat wawancara kerja adalah hal yang penting.

Pada poin pertanyaan ini, pewawancara/User ingin mengetahui bagaimana karakter anda saat mengalami kegagalan, bagaimana anda mampu bangkit dari kegagalan, tidak merasa putus asa, dan apakah anda adalah seorang pembelajar yang baik, yang mau belajar dari kesalahan, dan mampu menggunakan kesalahan tersebut menjadi suatu keberhasilan di masa yang mendatang.

Memang membicarakan kegagalan jauh lebih susah dari menceritakan tentang keberhasilan dan pencapaian yang anda miliki tapi ada beberapa tips yang bisa anda gunakan untuk menjawab pertanyaan berikut saat wawancara kerja.
Anda coba cari suatu keadaan yang memang anda pernah gagal sebelumnya, tetapi anda mampu bangkit dan menjadikan kegagalan tersebut sebagai pemicu semangat bagi diri anda di masa depan yang lebih baik lagi.

Contoh Jawaban:

Saat anda semester 1-4, anda banyak lalai dalam kuliah, dikarenakan situasi perubahan saat masih sekolah ke dunia kampus, anda masih beradaptasi, lebih banyak bermain bersama teman, sehingga nilai IPK anda lumayan jelek, 4 semester yang artinya hampir setengah lama tempuh kuliah. Orang bilang sudah sangat susah untuk memperbaiki IPK dan menjadi lebih baik lagi, tapi saya tetap berusaha dan fokus, saya melewati semua prosesnya dengan baik, dan saya mampu mengejar IPK saya seperti saat ini, anda bisa lihat sendiri di transkrip nilai saya.

Suatu kali, diantara sekian banyak program yang pernah saya pimpin. Saya mendapat program promo untuk meningkatkan penjualan produk. Program ini bekerja sama dengan produk perusahaan lain sebagai bundling produk, penjualan meningkat, tetapi tidak signifikan. Controller mengeluarkan laporan bahwa margin produk turun di banding dengan tidak ada program. Saya sangat terpukul, dan merasa bersalah, saya tahu banyak faktor penyebab kegagalan yang terjadi, tetapi saya tidak suka mencari kambing hitam dari kegagalan ini, satu yang saya tahu, saya telah memahami alur penyebab kegagalan, sehingga kontrol pada sektor-sektor yang pernah membuat saya gagal akan saya lakukan lebih, ditambah dengan beberapa inovasi saat program yang hampir serupa yang sukses saya pimpin, akan memberi pengetahuan yang lebih baik bagi diri saya.